Allah SWT berfirman dalam kitab Mukhtashar Ihya Ulumuddin Bab 9 Fi Al-Adzkar Wa Ad-Da’awat :
قال الله تعالى: {ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ}
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir: 60)
وقال تعالى: {فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ}
“Apabila shalat telah ditunaikan, maka berdzikirlah kepada Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring.” (QS. An-Nisa: 103)
Nabi SAW bersabda tentang 3 keutamaan dzikir :
1. Dzikir di tengah orang lalai sangat mulia
«ذَاكِرُ اللهِ فِي الْغَافِلِينَ كَالْحَيِّ بَيْنَ الْأَمْوَاتِ»
“Orang yang berdzikir kepada Allah di tengah orang-orang yang lalai (tidak dzikir), seperti orang yang hidup di antara orang-orang mati.”
«ذَاكِرُ اللهِ فِي الْغَافِلِينَ كَشَجَرَةٍ خَضْرَاءَ فِي وَسَطِ الْهَشِيمِ»
“Seperti pohon hijau di tengah rerumputan kering yang sudah hancur.” Makna Al-Hasyim adalah tanaman kering yang hancur
2. Majelis Dzikir dinaungi Malaikat
«مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا يَذْكُرُونَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ»
“Tidaklah suatu kaum duduk dalam suatu majelis untuk berdzikir kepada Allah, melainkan Malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya (para Malaikat Muqorrobun).” ada Malaikat yang berkeliling mencari majelis dzikir.
3. Dzikir menghapus dosa sebesar buih lautan
Nabi bersabda :
«مَنْ سَبَّحَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَخَتَمَ الْمِائَةَ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ»
“Siapa yang bertasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x setiap selesai shalat, dan menutupnya dengan kalimat tahlil, maka diampuni dosanya walau sebanyak buih di lautan.”
Kisah Penghuni Langit
Diriwayatkan ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW: “Ya Rasulullah, dunia telah berpaling dariku dan sedikit hartaku.”
Nabi menjawab : “Di manakah kamu dari shalatnya para Malaikat dan tasbihnya para makhluk? Dengan itulah mereka diberi rezeki.”
Laki-laki itu bertanya: “Apa itu ya Rasulullah?”
Nabi bersabda : “Ucapkanlah: Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Adzim, wa bihamdihi, Astaghfirullah, 100 kali antara terbit fajar dan shalat Subuh, maka dunia akan datang kepadamu dalam keadaan hina (mengejarmu).”
Allah menciptakan dari setiap kalimat dzikir seorang Malaikat yang bertasbih kepada Allah sampai hari kiamat, dan pahalanya untuk orang yang mengucapkannya. Ketika hamba berkata Alhamdulillah, pahalanya memenuhi antara langit dan bumi, dan seterusnya.
Al-Baqiyat Ash-Shalihat adalah : Laa ilaaha illallah, Subhanallah, Allahu Akbar, Alhamdulillah, Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘Aliyil ‘Adzim.
Penutup Penting dari Imam Ghazali :
Ketahuilah, yang bermanfaat dari kumpulan dzikir adalah apa yang HADIR HATINYA. Adapun yang hanya di lisan saja tanpa hati, maka sedikit manfaatnya. Tujuan utamanya adalah merasa dekat (uns) dengan Allah. Dan itu didapat dengan terus-menerus berdzikir disertai kehadiran hati. Dengan itu kamu akan aman dari buruknya akhir hayat (su’ul khatimah). Wallahu A’lam.
Penulis : Imam baihaqi