Pernah merasa malas belajar? Merasa bodoh karena tidak lahir dalam keadaan pintar? Imam Syafi’i dan para ulama terdahulu memberikan obatnya lewat sya’ir emas yang dikutip di Kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.
Sya’ir ini sangat cocok untuk santri yang sedang futur.
Nash Arab Lengkapnya :
تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُولَدُ عَالِمًا
وَلَيْسَ أَخُو عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
وَإِنَّ كَبِيرَ الْقَوْمِ لَا عِلْمَ عِنْدَهُ
صَغِيرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْمَحَافِلُ
Artinya:
“Belajarlah! Karena tidak ada seorang pun yang lahir dalam keadaan alim (berilmu). Dan tidaklah sama orang yang berilmu dengan orang yang bodoh. Sesungguhnya pembesar suatu kaum jika tidak berilmu, maka ia akan terlihat kecil / hina ketika perkumpulan orang-orang berilmu mengelilinginya.”
Pesan ini sangat jelas : Kepintaran itu bukan bakat lahir, tapi hasil belajar. Jangan minder. Semua ulama besar dulunya juga tidak tahu apa-apa.
Lanjutan Sya’ir Kedua :
عَلِّمِ الْعِلْمَ مَنْ أَتَاكَ لِيَعْلَمُ
وَاغْتَنِمْ مَا حَيِيتَ مِنْهُ الدُّعَاءَ
وَلْيَكُنْ عِنْدَكَ الْغَنِيُّ إِذَا مَا
طَلَبَ الْعِلْمَ وَالْفَقِيرُ سَوَاءً
Artinya :
“Ajarkanlah ilmu kepada siapa saja yang datang kepadamu untuk belajar. Dan ambillah keuntungannya selama kamu hidup berupa doa darinya. Dan hendaklah di matamu, antara si kaya dan si miskin yang menuntut ilmu itu SAMA saja (jangan dibeda-bedakan).”
Lanjutan Sya’ir Ketiga :
مَا الْفَخْرُ إِلَّا لِأَهْلِ الْعِلْمِ إِنَّهُمُو
عَلَى الْهُدَى لِمَنِ اسْتَهْدَى أَدِلَّاءُ
وَقَدْرُ كُلِّ امْرِئٍ مَا كَانَ يُحْسِنُهُ
وَالْجَاهِلُونَ لِأَهْلِ الْعِلْمِ أَعْدَاءُ
Artinya :
“Tidak ada kebanggaan kecuali bagi ahli ilmu, karena sesungguhnya mereka adalah penunjuk jalan bagi siapa yang mencari hidayah. Dan nilai setiap orang adalah apa yang ia kuasai (keahliannya). Dan orang-orang bodoh itu adalah musuh bagi ahli ilmu.”
Lanjutan Sya’ir Keempat :
صَدْرُ الْمَجَالِسِ حَيْثُ حَلَّ لَبِيبُهَا
فَكُنْ لَبِيبًا وَأَنْتَ صَدْرُ الْمَجْلِسِ
Artinya:
“Kursi paling depan di majelis itu adalah di mana orang cerdas berada. Maka jadilah orang yang cerdas, maka kamu akan menjadi orang terdepan di majelis tersebut.”
Kesimpulan untuk Santri
Jika malas, ingat 4 hal ini :
- Tidak ada orang lahir langsung alim.
- Orang bodoh akan hina meski dia pembesar.
- Kemuliaan hanya milik ahli ilmu.
- Jadilah cerdas, maka kamu akan dihormati di mana pun duduk.
Penulis : Imam ibnu majah