Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri

Adab dan Tata Cara Berdoa dari Rasulullah Agar Doa Lebih Didengar Allah

Banyak dari kita berdoa tapi merasa doa belum juga terkabul. Padahal, bukan Allah tidak mendengar, bisa jadi ada adab dalam berdoa yang terlewat. Rasulullah SAW ternyata mengajarkan tata cara berdoa yang sangat indah agar doa kita lebih didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.

Pelajaran berharga ini kami temukan dalam Kitab Tanbihul Ghafilin, karya Al-Imam Al-Faqih Abu Laits As-Samarqandi, pada bab adab berdoa. Kitab ini menukil sebuah kisah langsung dari pelayan Rasulullah SAW.

Kisah Salman Al-Farisi yang Diajari Cara Berdoa Langsung oleh Rasulullah

Dalam Kitab Tanbihul Ghafilin hadits ke-876, diriwayatkan dari Sayyidah Maimunah binti Sa’ad, beliau adalah khadimah atau pelayan Rasulullah SAW. Beliau bercerita :

Pada suatu hari, Nabi Muhammad SAW melewati Salman Al-Farisi – radhiyallahu ‘anhu – dan saat itu Salman sedang berdoa setelah sholat. Maka Rasulullah bersabda: “Wahai Salman, apakah kamu memiliki hajat kepada Tuhanmu?”

Salman menjawab:

“Ya, benar ya Rasulullah.”

Rasulullah kemudian bersabda :

“Maka dahulukanlah di antara kedua tangan doamu itu pujian kepada Tuhanmu.”

Salman bingung, lalu bertanya:

“Bagaimana cara aku memuji Allah, ya Rasulullah?”

Inilah jawaban Rasulullah yang menjadi inti adab berdoa yang sering kita lupakan :

Rasulullah SAW bersabda:

“Bacalah Surat Al-Fatihah 3 kali, karena sesungguhnya itu adalah pujian kepada Allah Ta’ala.”

Salman bertanya lagi:

“Bagaimana aku mensifati Allah?”

Rasulullah menjawab:

“Bacalah Surat Al-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad) 3 kali, karena sesungguhnya itu adalah sifat Allah yang mensifati Dzat-Nya sendiri.”

Salman bertanya lagi:

“Bagaimana cara aku bertasbih?”

Rasulullah menjawab:

“Ucapkanlah: Subhanallah, Walhamdulillah, Wa Laa Ilaaha Illallah, Wallahu Akbar.”

Barulah setelah itu, Rasulullah bersabda:

“Kemudian mintalah hajatmu.”

Pelajaran Penting Untuk Santri

Dari hadits ini, ulama menyimpulkan bahwa jangan langsung meminta. Ada urutan adab yang membuat Allah lebih ridha mendengar doa kita :

1. Awali Dengan Pujian Kepada Allah

Jangan langsung “Ya Allah minta ini, minta itu”. Pujilah Allah dulu dengan membaca Al-Fatihah. Di dalam Al-Fatihah, kita benar-benar memuji Allah: Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Ar-Rahman Ar-Rahim, Maliki Yaumiddin.

2. Sifati Allah Dengan Sifat Kemuliaan-Nya

Setelah memuji, kita mensifati Allah bahwa Dialah Yang Maha Esa, tempat bergantung, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Yaitu dengan membaca Surat Al-Ikhlas 3 kali. Ini menunjukkan kita benar-benar mengenal siapa yang kita mintai.

3. Sucikan dan Agungkan Allah Dengan Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir

Ucapkan Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), Laa Ilaaha Illallah (Tiada Tuhan selain Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Dengan ini hati kita menjadi lebih tunduk dan merendah.

4. Baru Setelah Itu Sampaikan Hajatmu

Setelah Allah kita puji, kita sifati, dan kita agungkan, barulah kita sampaikan apa yang menjadi hajat dan keinginan kita. Saat itu, posisi kita sebagai hamba yang memuji, bukan hamba yang hanya datang saat butuh.

Inilah adab yang diajarkan Rasulullah SAW kepada sahabat terbaiknya, Salman Al-Farisi. Adab yang sederhana tapi sering kita tinggalkan karena terburu-buru.

Semoga dengan mengamalkan tata cara berdoa dari Rasulullah ini, doa-doa kita, hajat-hajat santri, dan harapan para wali santri di Pondok Campurdarat lebih didengar dan segera diijabah oleh Allah SWT.

Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Sumber Rujukan : Kitab Tanbihul Ghafilin, Bab Adab Berdoa, Hal. 544, Karya Abu Laits As-Samarqandi.

Penulis : Imam baihaqi

f X P WA in