Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri

Jadilah Diri Sendiri: Makna Mendalam “Kun Kama Takun” untuk Santri di Era saat ini

Pondokcampurdarat.com – Di tengah derasnya media sosial, banyak santri dan pelajar merasa harus menjadi seperti orang lain agar diterima. Sebuah pesan hikmah Arab yang sering dibagikan di kalangan pesantren mengingatkan kita kembali ke jati diri.

“كُنْ كَمَا تَكُونُ ولا تَكُنْ كَمَا يَكُونونَ، ولا تَقُلْ ما تَسْمَعُ ولا تَسْمَعْ ما يَقُولونَ… فَكَمَا وُلِدْتَ بَاكِيًا والنَّاسُ حَوْلَكَ يَضْحَكُونَ، فَمُتْ ضَاحِكًا والنَّاسُ حَوْلَكَ يَبْكُونَ.”

1. Kun Kama Takun – Jadilah Dirimu Sendiri

Pesan pertama mengajarkan tentang keaslian (authenticity). Allah menciptakan setiap santri dengan kelebihan masing-masing. Di SMPI dan SMK Pondok Campurdarat Tulungagung, kami selalu menekankan bahwa santri tidak perlu meniru gaya hidup influencer yang belum tentu baik. Cukup jadi diri sendiri yang berakhlak.

Menjadi diri sendiri bukan berarti menolak nasehat, tapi tidak mudah terbawa arus. Kalau teman mengajak hal negatif, berani berkata tidak.

2. Wa La Taqul Ma Tasma’ – Jaga Lisan di Era Hoax

“Jangan katakan semua yang kau dengar, dan jangan dengarkan semua yang mereka katakan.”

Di era WhatsApp dan TikTok, banyak berita bohong cepat menyebar. Santri diajarkan tabayyun. Di Pondok Pesantren KH. Ahmad Badjuri, kami membiasakan santri untuk menyaring informasi. Tidak semua yang viral perlu dikomentari, dan tidak semua komentar orang lain perlu dimasukkan ke hati.

Ini adalah kunci ketenangan mental santri milenial.

3. Lahir Menangis, Mati Tersenyum – Tujuan Akhir Hidup

Bagian paling menyentuh adalah akhir kalimat ini. Saat kita lahir, kita menangis dan orang tua kita tertawa bahagia menyambut kita.

Maka tugas hidup kita adalah membalikannya: Hiduplah dengan amal baik, ilmu bermanfaat, dan akhlak mulia, sehingga saat kita wafat, kita tersenyum husnul khatimah karena rindu bertemu Allah, dan orang-orang di sekitar kita yang menangis karena kehilangan sosok baik.

Inilah yang diajarkan para kyai di Campurdarat: hidup bukan tentang seberapa populer kita, tapi seberapa bermanfaat kita.

Penutup

Semoga pesan singkat ini menjadi pengingat untuk para santri Pondok Campurdarat dan para pembaca sekalian. Tetaplah menjadi diri sendiri yang baik, jaga lisan, dan fokus pada akhir yang indah.

Menurut pengamatan kami di Pondok, santri yang paling tenang adalah mereka yang tidak sibuk mengurusi penilaian orang lain, tapi sibuk memperbaiki diri sendiri.

Wallahu A’lam.

f X P WA in