Berhenti Membandingkan Diri
Malam itu, anakku yang berusia tujuh belas tahun duduk di sudut ruang tamu. Matanya menatap layar ponsel, tapi tidak ada senyum di wajahnya. Aku duduk di sebelahnya, membawa dua cangkir teh hangat. Ia menerima cangkir itu, lalu meletakkannya di meja tanpa menyentuhnya. “Kenapa, Nak?” tanyaku pelan. Ia diam sejenak. Lalu suaranya keluar seperti bisikan yang … Read more