Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri

Fasal Tentang Sakaratul Maut dan Apa yang Dianjurkan Ketika Menghadapinya

اعلم أنه لو لم يكن بين يدي ابن آدم هول سوى سكرات الموت لكان جديرا بأن لا يهنأ له عيش

Ketahuilah, seandainya di hadapan manusia tidak ada kengerian apapun selain sakaratul maut saja, niscaya sudah pantas baginya untuk tidak pernah merasa nyaman dalam hidupnya.

Sungguh benar-benar harus memikirkannya dalam waktu yang lama, merenunginya, dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapinya.

Sebagian hukama berkata:

 كرب بيد سواك لا تدري متى يغشاك
“Kengerian yang berada di tangan selainmu, engkau tidak tahu kapan akan menimpamu.”

Luqman berkata kepada anaknya: Wahai anakku, kematian adalah sebuah perkara yang engkau tidak tahu kapan ia akan menjumpaimu, maka bersiap-siaplah sebelum ia datang menjemputmu.

Sungguh aneh manusia, kalau ada 5 tentara masuk ke rumahnya dan memukulinya, ia akan merasa sakit hidupnya terganggu. Maka bagaimana ia tidak terganggu jika Malaikat Maut yang masuk?

Betapa Pedihnya Sakaratul Maut

واعلم أن شدة الألم في سكرات الموت لا يعرفها إلا من ذاقها

Ketahuilah, pedihnya rasa sakit saat sakaratul maut itu tidak akan diketahui kecuali oleh orang yang sudah merasakannya sendiri. Orang yang belum merasakannya hanya bisa mengqiyaskan dengan rasa sakit lain yang pernah ia rasakan, atau dengan melihat keadaan orang yang sedang sekarat.

Rasa sakit yang lain itu hanya dirasakan oleh ruh sedikit saja. Sedangkan sakitnya sakaratul maut adalah sakit yang dirasakan langsung pada ruh itu sendiri, dan menyebar ke seluruh anggota tubuh

Tidakkah engkau lihat api? Jika menyentuh jasad, rasa sakitnya bertambah karena api menyentuh sisa-sisa bagian ruh. Sedangkan sakaratul maut mencabut ruh itu sendiri.

Saking dahsyatnya, orang yang sedang sakarat ingin berteriak, merintih, minta tolong, tapi tidak mampu. Kenapa teriakannya terputus? Karena rasa sakit itu telah naik sampai ke hatinya dan meliputi seluruh anggotanya. Setiap anggota tubuh sudah lemas, tidak ada kekuatan untuk minta tolong.

Akalnya sudah hilang, lidahnya sudah kelu, anggota badannya sudah lemah.

Hadis Nabi SAW tentang Dahsyatnya Sakarat:

Nabi SAW bersabda:

« تُقْبَلُ تَوْبَةُ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ » –

Taubat seorang hamba akan diterima selama nyawanya belum sampai di tenggorokan (ghargharah).

Dan diceritakan, jika ada sisa derajat seorang mukmin di surga yang belum ia capai dengan amalnya, maka Allah akan beratkan sakaratul mautnya untuk menyempurnakan derajatnya. Sebaliknya, jika seorang kafir masih punya kebaikan, maka Allah ringankan sakaratnya agar ia langsung masuk neraka dengan tuntas balasan kebaikannya di dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

« الفُجَاءَةُ رَاحَةٌ لِلْمُؤْمِنِ، وَأَسَفٌ عَلَى الْفَاجِرِ »

– Kematian mendadak adalah istirahat bagi mukmin, dan penyesalan bagi orang fajir.

Kengerian (Dahiyah) Saat Sakaratul Maut

  1. Dahiyah Pertama: Rasa Sakit yang Luar Biasa

Inilah dahiyah pertama dari dahi-dahi kematian. Sakitnya melebihi 3000 kali sabetan pedang.

  1. Dahiyah Kedua: Melihat Wujud Malaikat Maut

Diriwayatkan dari Nabi Ibrahim AS, beliau pernah meminta kepada Malaikat Maut untuk menunjukkan wujudnya saat mencabut nyawa orang fajir / pendosa. Malaikat Maut berkata: Engkau tidak akan kuat. Ibrahim tetap memaksa. Ketika melihatnya, ternyata wujudnya adalah seorang laki-laki hitam, berbulu, tinggi besar, dari mulut dan hidungnya keluar api dan bau busuk. Maka pingsanlah Nabi Ibrahim AS. Setelah sadar, Malaikat Maut kembali ke wujud semula, dan Ibrahim berkata: Wahai Malaikat Maut, seandainya orang fajir tidak menemui siksaan apapun kecuali melihat wajahmu saja, niscaya itu sudah cukup baginya. Dalam riwayat lain, Nabi Ibrahim AS yang sangat pencemburu dengan rumahnya, pernah mendapati Malaikat Maut di dalam rumahnya. Ibrahim bertanya: Siapa yang mengizinkanmu masuk rumahku? Malaikat menjawab: Yang memiliki rumah ini yang menyuruhku. Lalu Ibrahim meminta diperlihatkan wujudnya saat mencabut nyawa orang mukmin. Ternyata wujudnya adalah seorang pemuda yang sangat tampan, pakaiannya bagus, dan baunya sangat wangi. Ibrahim berkata: Wahai Malaikat Maut, seandainya orang mukmin tidak mendapat kemuliaan apapun kecuali melihat wajahmu ini saja, itu sudah cukup.

  1. Dahiyah Ketiga: Melihat Tempatnya di Neraka atau Surga

Orang yang sedang sakarat akan diperlihatkan tempatnya. Jika ia ahli maksiat, ia akan mendengar seruan Malaikat: Aku beri kabar gembira wahai musuh Allah dengan Neraka. Inilah yang membuat orang-orang yang berakal sangat takut. Nabi SAW bersabda:


« لَنْ يَخْرُجَ أَحَدُكُمْ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى يَعْلَمَ أَيْنَ مَصِيرُهُ، وَحَتَّى يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ »


“Tidak akan keluar seorang pun dari kalian dari dunia sampai ia tahu di mana tempat kembalinya, sampai ia melihat tempat duduknya di surga dan neraka.”

Semoga Allah meringankan kita saat sakaratul maut.

Sumber: Kitab Mukhtashar Ihya’ Ulumiddin / Al-Murshid Al-Amin Ilā Mau’izhatil Mu’minin, karya Imam Abu Hamid Al-Ghazali, Bab 40 – Fasal fi Sakaratil Maut, hal 234-235, tahqiq Alawi Abu Bakar As-Saqqaf. (Imam baihaqi)

f X P WA in