Pernahkah kita merasa sedih ketika kebaikan yang kita lakukan dengan sembunyi-sembunyi justru dibicarakan orang lain dengan nada iri dan dengki ?
Dalam khazanah hikmah ulama, ada sebuah ungkapan yang sangat menenangkan hati :
وإذا أراد الله نشر فضيلة طويت أتاح لها لسان حسود
“Wa idzaa araadallahu nasyra fadhiilatin thuwiyat, ataaha laha lisaana hasuud.”
Artinya : “Jika Allah menghendaki untuk menyebarkan sebuah keutamaan yang tersembunyi, maka Allah akan menggerakkan lisan orang yang hasud untuk menyebarkannya.”
Kalimat ini mengajarkan kita tentang cara kerja takdir Allah yang sangat lembut dan tidak terduga.
1. Kebaikan yang Ingin Disembunyikan
Seorang mukmin sejati, apalagi seorang santri, seringkali berusaha menyembunyikan amalnya. Ia berbuat baik dalam diam, membantu dalam sepi, dan tidak ingin dipuji. Ia berharap amalnya hanya diketahui oleh Allah SWT. Inilah keikhlasan.
Namun, ketika Allah berkehendak agar kebaikan itu dikenal luas dan memberi manfaat kepada lebih banyak orang, Allah akan membukakan jalannya sendiri. Jalan yang terkadang tidak pernah kita sangka.
2. Ketika Niat Buruk Berbalik Menjadi Cahaya
Di sinilah peran orang yang hasud. Ia bermaksud menjatuhkan, membicarakan kebaikan seseorang dengan rasa iri. Ia mungkin ingin menunjukkan kelebihan orang itu agar orang lain ikut membencinya.
Tanpa ia sadari, setiap perkataannya justru menjadi iklan gratis. Ia ingin menyalakan api untuk membakar, tetapi api itu malah menjadi cahaya yang menerangi nama baik orang tersebut.
Begitulah cara Allah. Manusia bisa memiliki niat buruk, tetapi Allah Maha Kuasa menjadikan akibatnya sebagai jalan bagi kebaikan.
3. Apa yang Harus Dilakukan Santri ?
Maka, jangan terlalu gelisah ketika ada orang yang membicarakan kita dengan iri. Selama yang mereka bicarakan adalah kebaikan yang nyata ada pada diri kita, biarkan Allah yang mengatur ke mana kabar itu akan sampai.
Tugas kita bukan membalas kebencian, melainkan memastikan bahwa kebaikan itu memang benar-benar ada dan tulus karena Allah.
Sebab sesuatu yang Allah kehendaki untuk dikenal, tidak selalu membutuhkan orang yang mencintai kita untuk menyebarkannya. Bahkan, terkadang orang yang ingin menjatuhkan kita justru menjadi salah satu jalan yang Allah gunakan untuk mengangkat derajat kita.
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang dijaga keikhlasannya, di pondok maupun di luar pondok.
Wallahu a’lam bishawab.