Kita semua hafal haditsnya, bahwa sholat berjamaah lebih utama 27 derajat dibandingkan sholat sendirian. Tapi pernahkah terpikir, kenapa angka nya 27 ? Kenapa tidak 20 atau 30 ?
Pertanyaan ini ternyata dijawab tuntas oleh para ulama dalam kitab yang kita kaji di Pondok, yaitu Hasyiyah I’anatut Thalibin ala Fathil Mu’in, Juz 2, Halaman 8.
Hikmah Angka 27 Menurut Syaikh Al-Bulqini
Dalam kitab dijelaskan :
وحكمة كونها سبعا وعشرين – كما أفاده الشيخ البلقيني – أن الجماعة ثلاثة، والحسنة بعشر أمثالها، فقد حصل لكل واحد عشرة، فالجملة ثلاثون، لكل واحد رأس ماله واحد، يبقى تسعة، تضرب في ثلاثة بسبع وعشرين، وربنا جل وعلا يعطي كل إنسان ما للجماعة، فصار لكل واحد سبعة وعشرون
Artinya: “Hikmah kenapa sholat jamaah itu 27 derajat sebagaimana dijelaskan Syaikh Al-Bulqini adalah karena jamaah itu minimal 3 orang (Imam + 2 Makmum). Sedangkan satu kebaikan dilipat gandakan 10 kali. Maka masing-masing mendapat 10, totalnya 30. Dikurangi modal awal masing-masing 1, sisa 9. Lalu 9 dikali 3 menjadi 27. Dan Allah dengan kemurahan-Nya memberikan kepada setiap orang yang sholat jamaah pahala sebanyak itu, sehingga masing-masing mendapat 27 derajat.”
Dan ada hikmah lain yang indah :
وحكمة أن أقل الجماعة اثنان: أن ربنا جل وعلا يعطيهما بمنه وكرمه ما يعطي الثلاثة
“Hikmah minimal jamaah itu 2 orang adalah agar Allah dengan karunia-Nya tetap memberikan kepada 2 orang itu pahala yang sama seperti pahala 3 orang.” Betapa Maha Pemurahnya Allah.
Bukan Sekedar Angka, Tapi 27 Keutamaan Nyata!
Angka 27 itu bukan sekedar angka. Para ulama merinci ada 25 sampai 27 fadhilah yang tidak akan didapatkan jika sholat sendirian. Dijelaskan dalam kitab :
(فوائد تزيد على صلاة الفذ)
Diantara keutamaan yang hanya ada di sholat jamaah adalah :
Menjawab adzan dari muadzin dengan niat sholat jamaah
Bersegera ke masjid di awal waktu
Berjalan ke masjid dengan penuh ketenangan (sakinah)
Masuk masjid dengan doa
Sholat Tahiyatul Masjid ketika masuk
Menunggu jamaah didirikan
Didoakan dan disaksikan malaikat
Menjawab iqomah
Selamat dari gangguan setan saat iqomah
Menunggu takbiratul ihram imam
Mendapatkan takbiratul ihram bersama imam
Merapikan dan meluruskan shaf
Menjawab ucapan Imam “Sami’allahu liman hamidah”
Aman dari lupa (jika Imam lupa, makmum mengingatkan)
Mendapatkan khusyuk dan terhindar dari yang melalaikan
Memperbagus keadaan sholatnya
Dinaungi malaikat
Berlatih memperbaiki bacaan Al-Qur’an
Belajar rukun-rukun sholat dari imam
Membuat marah setan karena berkumpul dalam ibadah
Saling tolong menolong dalam ketaatan
Menjadi lebih semangat beribadahTerhindar dari sifat munafik dan buruk sangka
Mendapatkan berkahnya orang-orang sholeh yang berkumpul untuk dzikir dan doa bersama
Terhindar dari sifat munafik dan buruk sangka
Mendapatkan berkahnya orang-orang sholeh yang berkumpul untuk dzikir dan doa bersama
Dan dalam riwayat sholat Jahriyah (Maghrib, Isya, Subuh) ditambah 2 lagi :
26. Mendengarkan bacaan Imam dengan seksama 27. Mengucapkan “Aamiin” bersamaan dengan aamiin nya malaikat.
Maka jika dijumlah, semua itu terkumpul menjadi 25 Khoslah (keutamaan). Dan dalam pendapat lain 27, sesuai hadits shohih.
Kesimpulan
Sholat jamaah 27 derajat bukan hanya soal pahala yang besar, tapi kumpulan dari puluhan amal sholeh kecil yang kita lakukan dari rumah sampai salam. Rugi sekali jika kita tinggalkan.
Yuk, biasakan sholat berjamaah di masjid, apalagi kita sebagai santri.
Wallahu A’lam Bish Shawab.
Referensi : Hasyiyah I’anatut Thalibin Ala Fathil Mu’in, Juz 2, Halaman 8, Karya Al-‘Allamah Abi Bakar Syatha Ad-Dimyathi.