Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri

Seminar Psikologis Ruang Hening di Tengah Riuh: Menemukan Damai melalui Pengelolaan Cemas dan Stres

Penulis : Shafa Rahmadiena Maulany, S.Pd., Gr.

Lingkungan pondok pesantren dikenal sebagai tempat pembentukan akhlak, karakter, serta kedalaman spiritual. Namun, aturan yang ketat dan rutinitas yang padat sering kali menjadi tantangan berat bagi para santri, khususnya siswa SMP yang masih dalam tahap penyesuaian diri. Tidak jarang santri menghadapi tekanan berupa rasa cemas, stres, bahkan kelelahan mental akibat tuntutan belajar, keterbatasan ruang pribadi, hingga minimnya kesempatan untuk mengekspresikan diri.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 70% santri mengalami stres dengan tingkat sedang hingga tinggi akibat tekanan lingkungan pesantren yang sangat terstruktur (Rahmah, 2023). Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Triyuliasari dkk. (2025) yang membuktikan bahwa santri sering kesulitan mengelola stres akademik, namun program manajemen stres berbasis psikologis dan spiritual terbukti efektif menurunkan tekanan yang mereka alami. Lebih jauh, Aggarwal dkk. (2023) dalam tinjauan sistematis menegaskan bahwa religiusitas dan spiritualitas adaptif berperan besar dalam membantu remaja mencegah kecemasan dan depresi. Melihat kenyataan tersebut, SMP Islam KH. Ahmad Badjuri menyelenggarakan Seminar Psikologis “Ruang Hening di Tengah Riuh: Menemukan Damai melalui Pengelolaan Cemas dan Stres”, sebagai bentuk pendampingan psikososial agar siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan emosional di lingkungan pesantren.

Seminar tersebut dilaksanakan pada Jum’at, 18 Juli 2025 di Aula Lantai 3 SMP Islam KH. Ahmad Badjuri. Acara dihadiri oleh Kepala Sekolah, guru, dan 34 siswa kelas 7 dan 8. Narasumber kegiatan adalah Bapak Supriadi, S.Kep., Ns., M.Kes., seorang praktisi kesehatan dengan pengalaman dalam manajemen stres remaja. Rangkaian kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.35 WIB. Acara dimulai dengan pembukaan, sambutan Kepala Sekolah, penyampaian materi utama, sesi tanya jawab, hingga penutupan dan doa bersama. Dokumentasi kegiatan juga dilakukan oleh tim MADU TV untuk menjadi arsip sekolah.

Dalam seminar, narasumber menyampaikan bahwa coping atau kemampuan mengatasi masalah merupakan kunci dalam menghadapi stres. Data WHO (2023) menunjukkan sekitar 450 juta pelajar di dunia mengalami stres dalam berbagai tingkatan. Santri, khususnya, lebih rentan karena harus menyesuaikan diri dengan perbedaan pola hidup di rumah dan di pondok. Oleh karena itu, manajemen stres perlu dikontrol dan diintegrasikan melalui kegiatan edukasi, seni, olahraga, serta komunikasi sehat dengan orang tua dan guru.

Narasumber juga menekankan pentingnya strategi coping, yang terbagi dalam tiga kategori: rendah, sedang, dan tinggi. Mayoritas santri berada pada kategori sedang (86%), artinya mereka membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan mengelola stres. Strategi yang disarankan mencakup positive self-talk, journaling sederhana, relaksasi napas, hingga memperkuat dukungan sosial. Hal tersebut selaras dengan penelitian Indriasari dkk. (2025) yang menemukan bahwa mindfulness dan religious coping meningkatkan kesejahteraan remaja di pesantren.

Sesi tanya jawab juga berlangsung hangat dan interaktif. Siswa mengajukan pertanyaan seputar cara menghadapi kegagalan dalam kompetisi, mengatasi rasa malas dan mudah marah, mengurangi kejenuhan di pondok, hingga dampak memendam emosi. Jawaban narasumber selalu dikaitkan dengan nilai syukur, adaptasi lingkungan, serta keberanian untuk berbagi cerita dengan orang lain agar stres tidak menjadi beban berkepanjangan.

Tingginya antusiasme siswa kelas 7 dan 8 sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa seminar semacam ini sangat dibutuhkan. Harapannya, kegiatan serupa dapat diadakan secara rutin setiap tahun dengan tema yang menyesuaikan perkembangan kebutuhan siswa. Dengan demikian, pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat penguatan spiritual, tetapi juga ruang yang menyehatkan mental dan emosional para santri.

Daftar Rujukan:

Aggarwal, S., dkk. (2023). Religiosity and Spirituality in the Prevention and Management of Depression and Anxiety in Young People: A Systematic Review. BMC Psychiatry.

Indriasari, F. N., dkk. (2025). The Influence of Mindfulness and Religious Coping on Adolescent Well-being in an Islamic Boarding School. Journal of Holistic Nursing and Health Research.

Rahmah, N. (2023). Stres Akademik pada Santri Pesantren Modern di Jawa Timur. Journal of Islamic Education Psychology.

Triyuliasari, A., dkk. (2025). Stress Management Strategies to Reduce Academic Stress in Modern Islamic Boarding School Students. Al-Hayat Journal of Islamic Education.

WHO. (2023). Global Report on Student Stress and Mental Health. World Health Organization.