Pernah gak sih kepikiran, kenapa setelah Subuh dan Ashar kita dilarang sholat sunnah? Ternyata ini bukan larangan tanpa dasar, lho.
Dalam rutinan ngaji kitab di Pondok Campurdarat, kita menemukan penjelasan yang sangat rinci dalam kitab Hasyiyah Al-Bujairami ‘ala Al-Khatib = Tuhfatul Habib (2/116).
Kitab tersebut menjelaskan bahwa larangan sholat di beberapa waktu itu hukumnya adalah makruh tahrim. Imam Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah dan Al-Majmu’ pun mengesahkan pendapat ini. Walaupun ada pendapat lain yang mengatakan makruh tanzih, tapi pendapat yang kuat adalah makruh tahrim.
Jadi, kapan saja 5 waktu itu?
1. Setelah Sholat Subuh sampai matahari terbit.
Mulai habis Subuh sampai matahari muncul sempurna.
2. Saat matahari terbit sampai naik setinggi tombak.
Kira-kira sekitar 15-16 menit setelah terbit. Di waktu inilah matahari nampak bulat sempurna di ufuk timur.
3. Saat matahari tepat di tengah-tengah langit (waktu istiwa’).
Yaitu beberapa menit sebelum masuk Dzuhur, saat matahari di puncaknya. Kecuali di hari Jumat, ini ada pengecualian menurut sebagian ulama.
4. Setelah Sholat Ashar sampai matahari terbenam.
Mulai selesai Ashar sampai matahari mau tenggelam.
5. Saat matahari terbenam sampai benar-benar hilang.
Mulai dari bulatan matahari menyentuh ufuk barat sampai hilang total.
Larangan ini berlaku di semua tempat, kecuali di Tanah Haram Makkah.
Lalu, Apakah Semua Sholat Dilarang ?
Nah, ini poin pentingnya. Yang dilarang itu sholat yang tidak punya sebab.
Kalau sholatnya punya sebab yang mendahului atau menyertai, maka tetap boleh dan sah. Contohnya :
Sholat qodho’ / sholat fardhu yang tertinggal (baik fardhu maupun sunnah yang tertinggal)
Sholat gerhana (kusuf & khusuf)
Sholat istisqo’ (minta hujan)
Sholat thawafTahiyatul masjid
Sholat sunnah wudhu
Sujud tilawah dan sujud syukur
Sholat jenazah
Dalilnya jelas, seperti yang disebutkan dalam Hasyiyah: “Rasulullah SAW pernah sholat dua rakaat setelah Ashar dan bersabda: ‘Dua rakaat itu adalah dua rakaat setelah Dzuhur’.” Artinya beliau sedang meng-qodho’.
Jadi kesimpulannya, jangan sholat sunnah mutlak di 5 waktu itu. Tapi kalau ada sebabnya, seperti habis wudhu atau masuk masjid, maka silakan.
Semoga kajian singkat dari kitab Bujairami ini bermanfaat. Ngaji kitab kuning itu memang detail banget, bikin ibadah kita lebih hati-hati dan sesuai tuntunan.