Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri

Sinergi Informatika dan Ilmu Agama: Mengembangkan Keterampilan Generik Siswa SMP Islam KH. Ahmad Badjuri

Penulis : Muhammad ‘Ainul Yaqin Sadzali

Pendahuluan

Di era digital, informatika menjadi ilmu penting yang harus dipelajari siswa sejak dini. Informatika bukan hanya tentang komputer atau internet, tetapi juga bagaimana manusia dapat berpikir kritis, kreatif, serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Salah satu materi penting dalam informatika kelas 7 adalah keterampilan generik, yaitu kemampuan umum yang bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan. Jika dipadukan dengan nilai-nilai agama, keterampilan ini akan membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki akhlak mulia.

Keterampilan Generik dalam Informatika dan Nilai Agama

  • Berpikir Kritis dan Logis

Informatika mengajarkan siswa untuk menyelesaikan masalah dengan langkah sistematis, misalnya dengan algoritma. Dalam agama, Allah memerintahkan manusia untuk menggunakan akalnya dengan benar. Firman Allah:

“…Seandainya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk: 10).

  • Kreativitas dan Inovasi

Siswa dapat membuat karya digital seperti presentasi, poster, atau program sederhana.Islam mendorong manusia untuk memanfaatkan kemampuan dan kreativitas sebagai bentuk rasa syukur. Allah berfirman tentang Nabi Daud dan keluarganya:

“Mereka membuat untuk Sulaiman apa yang ia kehendaki dari gedung-gedung tinggi, patung-patung, piring-piring besar… Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah).” (QS. Saba’: 13).

  • Kolaborasi dan Komunikasi

Banyak tugas informatika yang dikerjakan secara berkelompok, sehingga siswa belajar kerja sama dan saling menghargai pendapat. Islam menekankan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Allah berfirman:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Maidah: 2).

  • Etika dan Tanggung Jawab Digital

Siswa harus bijak menggunakan internet: tidak menyalin karya orang lain tanpa izin, tidak menyebarkan hoaks, dan menjaga sopan santun. Dalam Al-Qur’an, ditegaskan bahwa setiap amal akan diperhitungkan:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Al-Zalzalah: 7–8).

Kesimpulan

Keterampilan generik dalam informatika—berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan bertanggung jawab—sangat penting untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan era digital. Jika digabungkan dengan nilai-nilai agama, siswa tidak hanya menjadi cerdas dalam teknologi, tetapi juga berkarakter mulia dan bertanggung jawab di dunia nyata maupun dunia digital.

Referensi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Informatika SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kemendikbudristek.

Al-Qur’anul Karim: QS. Al-Mulk: 10, QS. Saba’: 13, QS. Al-Maidah: 2, QS. Al-Zalzalah: 7–8.

Miarso, Y. (2004). Menjadi Guru Profesional. Jakarta: Prenada Media.

Prastowo, A. (2018). Informatika untuk SMP/MTs. Yogyakarta: Andi Offset.