Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri

Warisan Berharga Dinasti Umayyah dalam Sejarah Keemasan Islam

Pendahuluan Dinasti Umayyah adalah salah satu dinasti besar dalam sejarah Islam yang memainkan peran penting dalam membangun peradaban Islam. Berdiri pada tahun 661 Masehi, Dinasti Umayyah mencatatkan masa keemasan dengan berbagai pencapaian dalam politik, budaya, dan peradaban. Dinasti ini menciptakan fondasi yang kokoh bagi perkembangan dunia Islam di masa depan, menjadikannya salah satu tonggak penting … Read more

DEEP LEARNING: 3 Pilar Pada Kurikulum Deep Learning Telah Coba Diterapkan Pada Pembelajaran IPA SMP Islam KH. Ahmad Badjuri

Penulis : Nindy Silvia Melyasari, M.Pd

Sesuai dengan Raker antara Kemendikdasmen dengan Komisi X DPR RI pada akhir tahun 2024, peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia terus akan dikaji dan disempurnakan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti beberapa kali menyinggung terkait pendekatan Deep Learning. Hal ini menimbulkan banyak kemungkinan yakni akan bergantinya Kurikulum Merdeka Belajar menjadi Kurikulum Deep Learning. Sebenarnya, apakah Deep Learning itu?

Menurut Davis dalam Hariyanti (2024), Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang memiliki akar pada teori belajar mendalam yang bertujuan untuk mendorong pemahaman konseptual, analisis kritis dan penerapan praktis. Pendekatan ini memiliki tujuan agar siswa memahami inti dari sebuah konsep dan mampu menghubungkannya dengan konteks yang dipelajari. Deep learning mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan teknologi modern dan mendorong inovasi serta kreativitas.

SMP Islam KH. Ahmad Badjuri coba menerapkan 3 pilar dalam Kurikulum Deep Learning yang mencakup mindful learning, meaningful learning, dan joyfull learning pada pembelajaran IPA. Ketiga pilar ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkesan, aktif, dan relevan dengan materi yang dipelajari.

  • Mindful learning

Metode pembelajaran tradisional yang umumnya menekankan repetisi, hafalan dan hasil akhir dapat disempurnakan dengan penerapan mindful learning (Oppenheimer, dkk, 2014). Mindful learning membantu siswa memahami proses belajar secara sadar penuh dan memahami kebermaknaan dari belajar tersebut. Konsep mindful learning diperkenalkan oleh Ellen J. Langer yakni belajar hendaknya memberikan kebebasan kepada siswa untuk bereksplorasi. Mindful learning membantu siswa menghadapi kecemasan belajar karena metode ini membiasakan siswa untuk terbuka terhadap berbagai pandangan yang berbeda.

SMP Islam KH. Ahmad Badjuri mencoba menerapkan metode mindful learning salah satunya pada pembelajaran IPA dimana siswa diberikan kesempatan untuk melakukan eksplorasi dalam sebuah praktikum, menemukan jawaban sendiri terkait rumusan masalah yang dihadapi, dan mendorong siswa untuk merefleksikan materi pembelajaran.

  • Meaningful learning

Pada meaningful learning, siswa dapat menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman atau informasi yang didapat sebelumnya. Berbeda dengan metode hafalan, meaningful learning lebih menekankan pada pemahaman konsep dimana siswa dapat menerapkannya pada kehidupan nyata secara mandiri. Pembelajaran IPA pada SMP Islam KH. Ahmad Badjuri mencoba menerapkan meaningful learning pada materi perubahan wujud zat dimana siswa melakukan praktikum langsung tentang proses pembuatan es krim (perubahan wujud zat cair menjadi padat), praktikum kristalisasi pada kapur barus, praktikum perkecambahan, dan lain sebagainya. Pembelajaran yang bermakna tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan analisis siswa karena informasi yang dipelajari akan lebih mudah diingat dan dipahami.

  • Joyfull learning

Pembelajaran yang menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggembirakan dapat dilakukan dengan menggunakan games atau permainan, seni ataupun diskusi interaktif yang sering digunakan untuk memotivasi siswa agar terlibat secara emosional (Hariyati, 2024). Proses pengalaman belajar yang menyenangkan ini telah diterapkan di SMP Islam KH. Ahmad Badjuri salah satunya penerapan games ular tangga IPA, game wordwall, dan quiziz. Pembelajaran yang menyenangkan dapat menciptakan ikatan kuat antara guru dan siswa karena pelaksanaanya tanpa ada perasaan terpaksa dan tertekan (Caesarani, dkk, 2022). Menurut beberapa guru SMP Islam KH. Ahmad Badjuri, siswa lebih menyukai pembelajaran yang diselingi dengan permainan karena dapat menghidupkan suasana belajar dan memperkecil rasa boring dan burnout.

Kesimpulan

Kurikulum deep learning yang coba diperkenalkan baru-baru ini sebenarnya merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna. Deep learning telah ada sejak lampau, namun seiring berkembangnya waktu, pendekatan ini disesuaikan dengan situasi belajar anak diberbagai daerah di seluruh penjuru dunia. Kurikulum deep learning membantu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan teknologi modern, pemecahan masalah di dunia nyata, mendorong inovasi serta kesadaran etis untuk belajar. Tiga pilar kurikulum deep learning yakni mindful learning, meaningful learning, dan joyfull learning dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkesan, aktif dan relevan.

References 

Caesarani, Sarah., dkk. (2022). Pendampingan dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa dengan Joyfull Learning Method di SDN Siring. Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah, Vol. 2, No. 2, hal. 152-157.

Hariyanti, Mustiko. (2024). Deep Learning pada Pembelajaran “Engkong Banjit”. Jurnal Sinergitas Aksi Inovasu Budaya Menulis Inspiratif, Vol. II No.2 Tahun 2024, 91-101.

Dari Gua Hira ke Dunia: Peran Nabi Muhammad SAW dalam Awal Islam

Pendahuluan Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sebuah agama besar seperti Islam bermula? Kisahnya berawal dari sebuah gua kecil di Mekah, bernama Gua Hira. Di sinilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama yang mengubah wajah dunia. Peristiwa ini bukan hanya menjadi tonggak sejarah Islam, tetapi juga menjadi titik awal peran besar Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah. … Read more

Kapan Mulai di Syariatkan Adzan ?

Kapan Mulai di Syariatkan Adzan ?

Penulis : M. Ja’far Muhtar, S.Pd., M.Ag. 

Guru SMP Islam KH. Ahmad Badjuri Campurdarat.

Kaum muslimin sepakat bahwa adzan adalah sesuatu yang masyru‘ atau disyari’atkan. Kumandang adzan sudah berlaku sejak masa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini. Kapan adzan mulai disyari’atkan?

Adzan disyari’atkan di Madinah pada tahun pertama Hijriyah. Inilah pendapat yang lebih kuat. Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah hadits Ibnu ‘Umar, di mana beliau berkata,

كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاَةَ ، لَيْسَ يُنَادَى لَهَا ، فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِى ذَلِكَ ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى . وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ . فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِى بِالصَّلاَةِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ »

“Kaum muslimin dahulu ketika datang di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkira-kira waktu sholat, tanpa ada yang menyerunya, lalu mereka berbincang-bincang pada satu hari tentang hal itu. Sebagian mereka berkata, gunakan saja lonceng seperti lonceng yang digunakan oleh Nashrani. Sebagian mereka menyatakan, gunakan saja terompet seperti terompet yang digunakan kaum Yahudi. Lalu ‘Umar berkata, “Bukankah lebih baik dengan mengumandangkan suara untuk memanggil orang shalat.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Wahai Bilal bangunlah dan kumandangkanlah adzan untuk shalat.”  (HR. Bukhari no. 604 dan Muslim no. 377).

Nah, inilah dalil yang menunjukkan kapan dimulai disyari’atkannya adzan, yaitu pada awal-awal hijrah saat di Madinah. Sampai-sampai Yahudi ketika mendengar kumandang adzan tersebut, mereka berkata, “Wahai Muhammad, engkau sudah membuat hal yang baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.” Lantas kala itu turunlah firman Allah,

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ

“Dan apabila kaum menyeru (mereka) untuk mengejarkan shalat (QS. Al Maidah : 58)”

Dapat pula diperhatikan pada firman Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ

Referensi:

  1. Fathul Bari bi Syarh Shahih Al Bukhari, Ibnu Hajar Al Asqolani, terbitan Dar Thiybah, cetakan keempat tahun 1432 H.
  2. Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayyid Salim, terbitan Al Maktabah At Taufiqiyah.
yaqin

Keutamaan Ilmu: Motivasi Belajar dari Al-Qur’an dan Hadits

Penulis : Prima Rahmatika Ahmad, M.Ag

Guru SMP Islam KH.Ahmad Badjuri Campurdarat Tulungagung

Ilmu pengetahuan telah menjadi fondasi peradaban manusia. Sejak zaman dahulu, manusia terus berupaya untuk memahami alam semesta dan dirinya sendiri. Dalam Islam, penuntut ilmu dianjurkan dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi. Al-Qur’an dan Hadits, sebagai sumber ajaran Islam, memuat banyak sekali ayat dan hadits yang menekankan pentingnya menuntut ilmu.

Menurut Quraish Shihab kata ilmu dalam Al-Qur’an memiliki berbagai bentuk dan terdapat 854 kali disebutkan. Kata ini digunakan dalam proses pencapaian tujuan. Ilmu dari segi bahasa berarti kejelasan. Jadi ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Pengetahuan yang tidak jelas dari segi ontologi, epistemologi maupun aksiologi di dalam Islam tidak dianggap sebagai ilmu walaupun orang menyebutnya ilmu juga.

Dalam Islam, ilmu bukan hanya sekadar pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan formal. Ilmu adalah cahaya yang menerangi hati, petunjuk menuju kebenaran, dan bekal untuk menghadapi kehidupan dunia dan akhirat. Ilmu juga diartikan sebagai pemahaman yang mendalam tentang agama, alam semesta, dan diri sendiri. Dengan kata lain, ilmu adalah kunci untuk membuka pintu-pintu rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Sumber utama dari ilmu pengetahuan dalam Islam adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kebenaran yang langsung disampaikan Tuhan kepada salah seorang hamba pilihan yang disebut Rasul atau nabi. Al-Qur’an di samping mengandung petunjuk-petunjuk dan tuntunan-tuntunan yang bersifat ubudiyah dan akhlakiyah atau moral, Al-Qur’an juga mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat dipedomi manusia untuk mengolah dan menyelidiki alam semesta atau untuk mengerti gejala-gejala dan hakikat hidup yang dihadapinya dari masa ke masa.

Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang berbicara tentang keutamaan ilmu. Salah satu ayat yang terkenal adalah surat Al-Mujadalah ayat 11:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Bunyi ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang- orang yang menuntut ilmu, beberapa kali lebih tinggi dari orang orang yang tidak menuntut ilmu. Keterangan ini menjadi tanda bahwa ilmu yang membuat manusia lebih mulia, tidak melalui harta atau nasabnya. Selain itu, dalam surat Az-Zumar ayat 9, Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”  

Ayat ini menegaskan bahwa orang yang berilmu adalah orang yang mampu berpikir secara rasional dan mengambil pelajaran dari segala sesuatu.

Nabi Muhammad SAW juga sangat menekankan pentingnya menuntut ilmu. Beliau bersabda:

قال النبي صلى الله عليه وسلم : مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ بِهِ عِلْمًا يَسَّرَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا اِلَى اْلجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Dalil tersebut menjadi bukti bahwa umat Islam wajib menuntut ilmu, karena Allah telah berjanji di dalam Al-Qur’an bahwa orang yang pergi untuk menuntut ilmu maka akan diangkat derajatnya, dan Nabi Muhammad juga menjelaskan bahwa belajar atau berjalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan untuknya jalan masuk surga. Selain itu, Nabi SAW juga bersabda:

طَلَبُ اْلعِلْمِ  فَرِيْضَةُ عَلَى كُلِّ  مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Berkata Al Habib Abdullah Al Haddad: “Bagian yang wajib dari ilmu atas tiap-tiap muslim tidaklah banyak, hampir tidak menemukan kesulitan bagi penuntut ilmu mencarinya karena mudahnya. Dan karena Allah SWT akan membantunya atas yang demikian itu, dan memudahkannya apabila niatnya benar-benar karena Allah SWT, dan baginya dalam menuntut ilmu tersebut pahala yang besar”.

Hadits ini menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Berikut ini merupakan keutamaan menuntut ilmu yang dikutip dari beberapa hadist Nabi Muhammad SAW:

  1. Dimudahkan Jalan ke Surga

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

  1. Ditinggikan Derajatnya

Hadis mencari ilmu lain juga menunjukan tingginya derajat  orang berilmu apabila dibandingkan dengan manusia lainnya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ يَرْفَعُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ قَالَ يَرْفَعُ اللَّهُ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا بِدَرَجَاتٍ

Dari Ibnu Abbas, ketika menafsirkan ayat: (Allah meninggikan orang-orang yang beriman dari kamu sekalian, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Ibnu Abbas berkata: maksudnya adalah “Allah meninggikan orang-orang yang diberi ilmu atas orang-orang yang beriman beberapa derajat”. (HR. Darimi)

  1. Dicintai oleh Nabi Muhammad SAW

Rasulullah mendoakan para pencari ilmu:

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ

Dari Zaid bin Tsabit mengatakan, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah memperindah orang yang mendengar hadits dariku lalu menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain, berapa banyak orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu, dan berapa banyak pembawa ilmu yang tidak berilmu.” )HR. Abu Daud).

  1. Orang yang Paling Utama

 عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Dari Utsman bin Affan ia berkata; Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang paling utama di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

  1. Dimintakan Ampun Seisi Bumi dan Langit

Keutamaan lain orang berilmu yakni:

قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانِ فِي الْبَحْرِ

Dari Abu Ad Darda` ia mengatakan bahwa “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya akan memintakan ampun untuk seorang alim makhluk yang di langit dan di bumi hingga ikan hiu di dasar laut.” )Hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

  1. Bahagia Dunia dan Akhirat

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa menginginkan kebahagian dunia, maka tuntutlah ilmu dan barang siapa yang ingin kebahagian akhirat, tuntutlah ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, tuntutlah ilmu pengetahuan”.

Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW memberikan motivasi yang sangat kuat untuk terus belajar. Dengan memahami keutamaan ilmu, kita akan terdorong untuk selalu haus akan pengetahuan. Kisah para sahabat Nabi SAW, seperti Umar bin Khattab dan Abu Bakar ash-Shiddiq, juga menjadi inspirasi bagi kita untuk terus menuntut ilmu. Mereka adalah contoh nyata dari orang-orang yang sangat mencintai ilmu dan selalu berusaha untuk meningkatkan pengetahuannya.

Nilai-nilai keutamaan ilmu dapat kita terapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti:

  • Pendidikan: Dengan menuntut ilmu, kita dapat meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat.
  • Pekerjaan: Ilmu yang kita miliki akan membuat kita lebih kompeten dalam menjalankan pekerjaan.
  • Sosial: Ilmu memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan orang lain secara lebih efektif dan membangun hubungan yang harmonis.

Penutup

Pengetahuan adalah kunci dan pusat semua kebaikan. Ilmu pengetahuan merupakan sarana bagi kita untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah berikan kepada kita. Tanpa ilmu, iman dan amal seseorang dianggap belum lengkap. Jika manusia berilmu maka Allah akan disembah. Dengan ilmu, hak-hak Allah pasti terpenuhi dan  Islam akan tersebar.

Manusia membutuhkan pengetahuan lebih dari kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Karena kelangsungan agama dan urusan dunia didasarkan pada ilmu pengetahuan. Imam Ahmad menambahkan bahwa manusia lebih membutuhkan ilmu pengetahuan daripada makanan dan minuman.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, ilmu pengetahuan semakin penting. Dengan menuntut ilmu, kita tidak hanya akan sukses di dunia, tetapi juga akan meraih kebahagiaan di akhirat. Mari kita jadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup kita dalam menuntut ilmu.

Jangan pernah berhenti belajar. Ilmu adalah lautan yang luas, dan kita hanya mengambil secuil darinya. Teruslah berusaha untuk menambah pengetahuan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah, bahwa ilmu adalah warisan yang paling berharga yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang.

murid smp islam kh ahmad badjuri

SMART GOOGLE : SMP Islam KH. Ahmad Badjuri Menggunakan Platform Google pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila.

SMART GOOGLE : SMP Islam KH. Ahmad Badjuri Menggunakan Platform Google pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penulis : Nafa Nuristiana Dewi,S.IP Berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 serta pasal 37 ayat 1 dan 2 Pendidikan Pancasila dimuat dalam Pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta … Read more

Sejarah Islam yang Terlupakan: Perjalanan dari Makkah ke Madinah

Pendahuluan: Hijrah sebagai Titik Balik Sejarah Islam Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Islam. Lebih dari sekadar perpindahan fisik, hijrah menandai transformasi besar dalam perjuangan dakwah Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat … Read more

Hikmah Tersembunyi Kisah Nabi Adam

Kisah Nabi Adam ‘alaihis salam bukan sekadar cerita pengantar tidur atau dongeng zaman dahulu. Kisah ini mengandung hikmah mendalam yang dapat menjadi pelajaran hidup bagi umat manusia sepanjang zaman. Sebagai manusia pertama, Nabi Adam memiliki peran penting dalam sejarah penciptaan dan perjalanan spiritual manusia. Artikel ini akan membahas secara santai namun mendalam hikmah tersembunyi di … Read more