Pondok Pesantren MADU KH Ahmad Badjuri

Pendidikan Jasmani Meningkatkan Kualitas Hidup

Penulis : Ficki Qoirul Idzam S.Pd

Guru bidang pendidikan jasmani SMP Islam KH. Ahmad Badjuri Campurdarat

Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dalam kurikulum pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kesehatan fisik dan mental individu. Selain untuk meningkatkan kebugaran tubuh, pendidikan jasmani juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Hal ini dapat tercapai karena pendidikan jasmani tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan keseimbangan antara kesehatan mental, emosional, dan sosial. Dengan demikian, pendidikan jasmani dapat menjadi alat yang efektif untuk mencapai kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.

  • Manfaat Pendidikan Jasmani terhadap Kualitas Hidup
    1. Meningkatkan Kesehatan Fisik

Manfaat utama dari pendidikan jasmani adalah peningkatan kebugaran fisik. Melalui olahraga dan latihan fisik yang teratur, tubuh menjadi lebih sehat, kuat, dan memiliki daya tahan yang lebih baik. Tubuh yang sehat tentu saja akan membantu seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih produktif dan bugar. Menurut Abidin (2015), “Pendidikan jasmani berfungsi tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga untuk mengembangkan sikap mental yang positif serta keterampilan sosial yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.” Kesehatan fisik yang optimal juga dapat mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.

    1. Meningkatkan Kesehatan Mental

Selain meningkatkan kesehatan fisik, pendidikan jasmani juga berperan dalam memperbaiki kesehatan mental. Aktivitas fisik yang dilakukan selama pendidikan jasmani dapat merangsang tubuh untuk melepaskan endorfin, hormon yang berperan dalam meningkatkan perasaan bahagia dan mengurangi stres. Sebuah penelitian oleh Sulaeman (2019) menyatakan, “Olahraga memiliki efek besar terhadap kesehatan mental, salah satunya adalah penurunan tingkat kecemasan dan stres, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup individu.” Dengan rutin berolahraga, seseorang dapat mengurangi tingkat kecemasan, depresi, dan gangguan psikologis lainnya. Oleh karena itu, kesehatan mental yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup seseorang.

    1. Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Kerjasama

Melalui pendidikan jasmani, individu juga dapat mengembangkan keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam berbagai kegiatan olahraga, seseorang diajarkan untuk bekerja sama dalam tim, menghargai perbedaan, dan memiliki komunikasi yang baik. Keterampilan sosial ini sangat penting untuk menciptakan kualitas hidup yang baik, terutama dalam interaksi sosial di masyarakat. Mulyono (2018) dalam tulisannya menyatakan, “Melalui pendidikan jasmani, individu tidak hanya memperoleh kebugaran tubuh, tetapi juga terlatih untuk memimpin, bekerja dalam tim, dan menjaga keseimbangan emosional.” Aktivitas jasmani dapat mempererat hubungan sosial, yang berujung pada peningkatan kualitas hidup.

    1. Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Kebugaran fisik yang didapat dari pendidikan jasmani juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kreativitas. Tubuh yang bugar dapat meningkatkan energi dan fokus, yang memungkinkan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan lebih efisien. Dengan adanya kebugaran fisik yang baik, seseorang akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam pekerjaan maupun pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kesimpulan

Pendidikan jasmani memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang. Manfaat yang diperoleh tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik, tetapi juga mencakup aspek mental, emosional, dan sosial. Oleh karena itu, pendidikan jasmani harus dipandang sebagai bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup di berbagai kalangan masyarakat. Penerapan pendidikan jasmani yang terstruktur dan berkelanjutan dapat membawa dampak yang signifikan dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat, bahagia, dan berkualitas.

Daftar Pustaka

Abidin, H. Y. S. (2015). Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Mulyono, S. (2018). Peran Pendidikan Jasmani dalam Pembentukan Karakter. Jurnal Pendidikan Jasmani, 22(1), 45-58.

Sulaeman, S. M. (2019). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Mental. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 29(3), 112-119.

yaqin

Membangun Konsep Diri dalam Bimbingan Konseling Islam SMP Islam KH. Ahmad Badjuri

Penulis : Muhammad ‘Ainul Yaqin Sadzali

Konsep diri adalah bagaimana seseorang memandang, menilai, dan memahami dirinya sendiri. Dalam Islam, membangun konsep diri yang positif sangat penting karena berkaitan erat dengan keimanan, akhlak, dan hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Bimbingan konseling Islam memiliki peran strategis dalam membantu individu membangun konsep diri yang sehat dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

  • Pengertian Konsep Diri dalam Islam

Konsep diri dalam perspektif Islam mencakup pandangan seseorang terhadap dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki tugas utama sebagai hamba (‘abd) dan khalifah (khalifah). Hal ini tercermin dalam firman Allah:

وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Sebagai hamba Allah, manusia harus memahami identitasnya sebagai makhluk yang bertanggung jawab kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Sebagai khalifah, manusia diberi amanah untuk memakmurkan bumi dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Islam.

  • Prinsip Membangun Konsep Diri dalam Islam
    1. Menyadari Potensi Diri

Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya dan dengan potensi luar biasa:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4)

Potensi ini meliputi kemampuan berpikir, berperasaan, dan berbuat baik. Dalam bimbingan konseling Islam, konselor perlu membantu klien menyadari potensi ini untuk mengembangkan konsep diri positif.

    1. Menerima Kelebihan dan Kekurangan

Konsep diri yang sehat juga mencakup penerimaan terhadap kelebihan dan kekurangan diri. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam itu berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Ayat ini mengajarkan bahwa manusia tidak sempurna, namun dengan menerima kekurangan dan memperbaikinya, seseorang dapat membangun konsep diri yang lebih baik.

    1. Mengaitkan Diri dengan Allah (Tawakal)

Tawakal kepada Allah adalah landasan utama dalam membangun konsep diri. Firman Allah:

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (QS. At-Talaq: 3)

Konseling Islam mengarahkan individu untuk menjadikan Allah sebagai sumber kekuatan, sehingga konsep diri seseorang tidak mudah goyah oleh situasi eksternal.

  • Peran Konselor Islam dalam Membantu Klien
    1. Memberikan Pemahaman Aqidah

Konselor perlu membantu klien memahami hakikat dirinya sebagai hamba Allah, sehingga klien dapat menilai dirinya berdasarkan standar yang benar.

    1. Meningkatkan Kepercayaan Diri melalui Doa dan Ibadah

Konselor dapat mendorong klien untuk memperbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri.

    1. Memberikan Motivasi dengan Kisah Nabi dan Sahabat

Kisah para nabi dan sahabat memberikan teladan bagaimana menghadapi tantangan hidup tanpa kehilangan konsep diri yang positif.

Referensi :

  1. Al-Qur’anul Karim
  2. Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW
  3. Zakiyah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama
  4. Hamdani Bakran Adz-Dzaky, Psikologi Islami: Paradigma Baru Psikologi Modern

DEEP LEARNING: 3 Pilar Pada Kurikulum Deep Learning Telah Coba Diterapkan Pada Pembelajaran IPA SMP Islam KH. Ahmad Badjuri

Penulis : Nindy Silvia Melyasari, M.Pd

Sesuai dengan Raker antara Kemendikdasmen dengan Komisi X DPR RI pada akhir tahun 2024, peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia terus akan dikaji dan disempurnakan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti beberapa kali menyinggung terkait pendekatan Deep Learning. Hal ini menimbulkan banyak kemungkinan yakni akan bergantinya Kurikulum Merdeka Belajar menjadi Kurikulum Deep Learning. Sebenarnya, apakah Deep Learning itu?

Menurut Davis dalam Hariyanti (2024), Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang memiliki akar pada teori belajar mendalam yang bertujuan untuk mendorong pemahaman konseptual, analisis kritis dan penerapan praktis. Pendekatan ini memiliki tujuan agar siswa memahami inti dari sebuah konsep dan mampu menghubungkannya dengan konteks yang dipelajari. Deep learning mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan teknologi modern dan mendorong inovasi serta kreativitas.

SMP Islam KH. Ahmad Badjuri coba menerapkan 3 pilar dalam Kurikulum Deep Learning yang mencakup mindful learning, meaningful learning, dan joyfull learning pada pembelajaran IPA. Ketiga pilar ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkesan, aktif, dan relevan dengan materi yang dipelajari.

  • Mindful learning

Metode pembelajaran tradisional yang umumnya menekankan repetisi, hafalan dan hasil akhir dapat disempurnakan dengan penerapan mindful learning (Oppenheimer, dkk, 2014). Mindful learning membantu siswa memahami proses belajar secara sadar penuh dan memahami kebermaknaan dari belajar tersebut. Konsep mindful learning diperkenalkan oleh Ellen J. Langer yakni belajar hendaknya memberikan kebebasan kepada siswa untuk bereksplorasi. Mindful learning membantu siswa menghadapi kecemasan belajar karena metode ini membiasakan siswa untuk terbuka terhadap berbagai pandangan yang berbeda.

SMP Islam KH. Ahmad Badjuri mencoba menerapkan metode mindful learning salah satunya pada pembelajaran IPA dimana siswa diberikan kesempatan untuk melakukan eksplorasi dalam sebuah praktikum, menemukan jawaban sendiri terkait rumusan masalah yang dihadapi, dan mendorong siswa untuk merefleksikan materi pembelajaran.

  • Meaningful learning

Pada meaningful learning, siswa dapat menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman atau informasi yang didapat sebelumnya. Berbeda dengan metode hafalan, meaningful learning lebih menekankan pada pemahaman konsep dimana siswa dapat menerapkannya pada kehidupan nyata secara mandiri. Pembelajaran IPA pada SMP Islam KH. Ahmad Badjuri mencoba menerapkan meaningful learning pada materi perubahan wujud zat dimana siswa melakukan praktikum langsung tentang proses pembuatan es krim (perubahan wujud zat cair menjadi padat), praktikum kristalisasi pada kapur barus, praktikum perkecambahan, dan lain sebagainya. Pembelajaran yang bermakna tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan analisis siswa karena informasi yang dipelajari akan lebih mudah diingat dan dipahami.

  • Joyfull learning

Pembelajaran yang menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggembirakan dapat dilakukan dengan menggunakan games atau permainan, seni ataupun diskusi interaktif yang sering digunakan untuk memotivasi siswa agar terlibat secara emosional (Hariyati, 2024). Proses pengalaman belajar yang menyenangkan ini telah diterapkan di SMP Islam KH. Ahmad Badjuri salah satunya penerapan games ular tangga IPA, game wordwall, dan quiziz. Pembelajaran yang menyenangkan dapat menciptakan ikatan kuat antara guru dan siswa karena pelaksanaanya tanpa ada perasaan terpaksa dan tertekan (Caesarani, dkk, 2022). Menurut beberapa guru SMP Islam KH. Ahmad Badjuri, siswa lebih menyukai pembelajaran yang diselingi dengan permainan karena dapat menghidupkan suasana belajar dan memperkecil rasa boring dan burnout.

Kesimpulan

Kurikulum deep learning yang coba diperkenalkan baru-baru ini sebenarnya merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna. Deep learning telah ada sejak lampau, namun seiring berkembangnya waktu, pendekatan ini disesuaikan dengan situasi belajar anak diberbagai daerah di seluruh penjuru dunia. Kurikulum deep learning membantu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan teknologi modern, pemecahan masalah di dunia nyata, mendorong inovasi serta kesadaran etis untuk belajar. Tiga pilar kurikulum deep learning yakni mindful learning, meaningful learning, dan joyfull learning dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkesan, aktif dan relevan.

References 

Caesarani, Sarah., dkk. (2022). Pendampingan dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa dengan Joyfull Learning Method di SDN Siring. Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah, Vol. 2, No. 2, hal. 152-157.

Hariyanti, Mustiko. (2024). Deep Learning pada Pembelajaran “Engkong Banjit”. Jurnal Sinergitas Aksi Inovasu Budaya Menulis Inspiratif, Vol. II No.2 Tahun 2024, 91-101.

murid smp islam kh ahmad badjuri

SMART GOOGLE : SMP Islam KH. Ahmad Badjuri Menggunakan Platform Google pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila.

SMART GOOGLE : SMP Islam KH. Ahmad Badjuri Menggunakan Platform Google pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penulis : Nafa Nuristiana Dewi,S.IP Berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 serta pasal 37 ayat 1 dan 2 Pendidikan Pancasila dimuat dalam Pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta … Read more

PPDB SMP Islam KH. Ahmad Badjuri

Assalamualaikum wr. wb. 🌟 PENGUMUMAN PENTING UNTUK PARA ORANGTUA DAN CALON PESERTA DIDIK BARU! 🌟 [PENDAFTARAN DIBUKA] SMP Islam KH. Ahmad Badjuri, lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan pendidikan formal, dengan bangga membuka penerimaan siswa dan siswi baru untuk Tahun Ajaran 2024/2025. Sekolah ini unik karena menawarkan Program Unggulan Broadcasting, yang pertama dan … Read more

Momentum Hari Radio Nasional sebagai Syiar Islam

Oleh : Himmatus Sholikhah Hari Radio Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 11 September untuk mengenang berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) pada tahun 1945. RRI didirikan oleh para pemuda yang sebelumnya bekerja di stasiun radio Jepang. Tujuan utama didirikannya RRI adalah untuk menyebarkan berita tentang kemerdekaan Indonesia dan menjaga persatuan bangsa melalui siaran radio. Pada … Read more

Peringatan 17 Agustus 1945: Merayakan Kemerdekaan dengan Semangat yang Terus Hidup

Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, telah mengalami berbagai perjalanan sejarah yang penuh liku. Namun, salah satu momen yang paling berkesan dan monumental adalah tanggal 17 Agustus 1945—hari di mana bangsa Indonesia dengan lantang memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan. Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus bukan hanya sekadar sebuah perayaan tahunan, melainkan … Read more

Mengenal Lebih Dekat Pahlawan Nasional yang Lahir di Bulan Juli

Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional yang berjasa besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Di antara mereka, beberapa pahlawan lahir pada bulan Juli. Artikel ini akan membahas beberapa pahlawan nasional tersebut secara mendetail, mengenang jasa-jasanya, dan menginspirasi generasi muda untuk mengikuti jejak mereka. 1. Jenderal Soedirman (24 Juli 1916) Latar Belakang Jenderal Soedirman lahir pada … Read more

Kisah Mencengangkan: Rencana Jahat Pencurian Jasad Nabi Muhammad

Makam Nabi Muhammad SAW di Madinah adalah salah satu tempat suci yang paling dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia. Namun, sejarah mencatat beberapa peristiwa mencengangkan yang mengancam kesucian tempat ini. Salah satu kisah yang paling mengejutkan adalah rencana jahat untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW. Artikel ini akan mengungkapkan detail kisah tersebut dengan menyertakan … Read more